KISAH YANG MENJADI SUSUNAN FIGURA

Setiap sisi pada figura itu adalah kami. Berempat. Sebelum terjadinya semua pertemuan ini, belumlah terjadi sesuatu yang indah. Belumlah terbentuk sesuatu yang indah dan terukir yang kita beri nama figura itu. Di dalamnya terjepitlah sebuah lukisan. Di sanalah potret kehidupan yang kami ciptakan.

Seperti yang kita tahu, pada figura itu ada empat sisi. Sisi atas berlawanan dengan sisi bawah. Sisi kiri berlawanan dengan sisi kanan. Seperti karakter pada kami, ada yang berlawanan dan kadang terjadilah perselisihan. Tetapi ketika sisi atas dan sisi atas sulit bersatu, sisi kanan dan sisi kiri memainkan perannya. Menyatukan dua sisi itu. Meleraikan keduanya. Begitu pula sebaliknya ketika sisi kanan dan kiri sedang menjejaki jalur perselisihan. Maka saat itulah sisi atas dan sisi bawah mulai bekerja sama memainkan perannya juga.

Tentang lukisan itu, potret yang menggambarkan kisah kami. Yang kami letakkan baik-baik di tengah figura itu. Di sana terlukis kisah-kisah yang telah dilalui. Pada setiap goresan-goresannya membentuk kenangan yang sulit terlupakan.

Tetapi pada akhirnya keempat sisi figura itu terlepas juga. Tak dapat lagi untuk menyimpan lebih banyak goresan pada lukisan yang jumawa. Setiap pertemuan memang harus diakhiri dengan perpisahan. Pada awalnya, hanya satu sisi saja yang menghilang. Pergi.... Meninggalkan jejak-jejak yang melekat pada kami. Dan sampai pula waktunya ketika semuanya berpisah. Benar-benar berpisah satu sama lain tak ada yang melekat.

Ketika waktu menginginkan hal itu, ya sudahlah tak ada lagi yang bisa kami lakukan. Tetapi jarak yang telah memisahkan kami tak akan pernah bisa memutuskan benang-benang persahabatan yang tersambung pada semua dan tiap-tiap sanubari kami.

Aku selalu berharap semoga suatu saat kami bisa membentuk kembali sebuah figura. Menyimpan kembali sebuah lukisan di dalamnya. Mulai lagi dengan menggores sebuah kisah di atasnya.

Salamku untuk kalian yang di sana... Empat serangkaiku...

KECEMBURUAN

Cemburu- kata lain dari iri- (tolong jangan asumsikan kata "cemburu" sebagai cemburunya anak muda dalam bercinta) ada di setiap diri manusia. Kadang tak dirasa ada, sang pencemburu tidak merasa dirinya memiliki perasaan itu, karena mungkin saking kecilnya. Kecemburuan datang ketika melihat ada orang yang lebih baik, ketika melihat ke atas, ketika merasa diri ini tak memiliki apa yang mereka punya.

Dalam versi saya, ada dua jenis cemburu. Cemburu yang menjadi penyebab dengki dan cemburu yang menjadi penyebab inspirasi.

MENJADI PENYEBAB DENGKI

Dengki? Tidak jauh dari pengertian 'kebencian'.  Fase-fase keluarnya perasaan dengki:
-Ada seseorang di sekitar kita yang memiliki keberuntungan lebih
-Kita menengok apa yang telah diperoleh orang tersebut
-Merasa bahwa hal itu adalah 'wah'
-Menengok dengan apa yang ada pada diri sendiri atau dengan kata lain "membandingkan"
-Timbul perasaan yang disebut "dengki", tidak rela orang lain mendapatkan hal itu. Menginginkan hal yang diperoleh orang lain jatuh kepada dirinya sendiri.

Orang yang dengki lama-lama akan membenci. Merasa bahagia jika apa yang didapatkan orang lain itu akhirnya hilang juga.

MENJADI PENYEBAB INSPIRASI

Dulu saya punya tetangga yang sekolah di jurusan otomotif. Sehabis lulus dari sekolah (SMK) itu, dia berencana untuk kerja di pabrik. Entah itu ASTRA, PAMA, ASKI, atau yang lainnya. Dia lulus dari smk nya bebarengan dengan kelulusan saya dari smp dan saya juga masuk ke jurusan yang sama dengannya.

Enam bulan kemudian, saya menanyai kabarnya lewat facebook. Dan ternyata dia masuk kerja ke ASTRA. Gajinya saya tidak tau persis, mungkin sekitar 6-8 jutaan sebulan. Ada rasa iri pada diri saya yang akhirnya mendorong saya agar bersungguh-sungguh dalam bersekolah. Meniru jejak tetangga saya itu.

Sekelumit kisah di atas adalah contoh 'kecemburuan' yang menjadi sebab datangnya inspirasi.
Banyak di antara orang-orang sukses di dunia yang pada awalnya adalah meniru jejak orang sukses lainnya. Bisa saja karena merasa iri atas kesuksesan orang lain. Sehingga muncullah dorongan dalam dirinya untuk meniru.

Sekarang mari kita perhatikan sejenak lirik lagu dari penyanyi idola saya, Bang Iwan yang berjudul "Cemburu"

Setiap orang berharap hidupnya lebih baik
Dari hari ke hari dari waktu ke waktu
Setiap orang tak ingin hidupnya menderita
Tentu saja ingin bahagia tak ingin terhina
Tapi mengapa, begitu banyak yang tak baik
Hidupnya susah, terlunta lunta jiwa dan raganya

Ada kamu yang mengatur ini semua
Tapi rasanya percuma
Ada juga yang janjikan indahnya surga
Tapi neraka terasa
Ingin bersyukur, tapi tak semudah tutur
Canggung jalani hidup
Yang terasa hanya kewajiban saja

Cemburu pada samudera
Yang menampung segala
Cemburu pada sang ombak
Yang selalu bergerak

Di meja judi mempertaruhkan sepenggal waktu
Setengah mabuk mencoba mencuri nasib
Sebentar menang sebentar kalah itulah gelombang hidup
Di sisa hidup agar tetap hidup
Tapi mengapa, semua seperti mimpi
Tak ada yang abadi
Kapal inipun akhirnya berhenti di dermaga sepi

Cemburu pada samudera
Yang menampung segala
Cemburu pada sang ombak
Yang selalu bergerak

Mantap bukan lagu dari bang Iwan ini?? Kita tidak pernah bahagia jika memelihara rasa cemburu. Ya, memang tadi saya jelaskan di atas bahwa rasa cemburu bisa mendatangkan inspirasi. Tapi beda lagi seandainya kejadiannya seperti ini:
Ada seorang pemuda yang lahir dari keluarga miskin. Dia sekolah dengan sungguh-sungguh. Nilai di raportnya pun lumayan bagus dan selalu mendapat 5 besar di kelasnya. Tetapi sayang, dia tidak punya kemampuan seperti temannya kebanyakan atau lebih kasarnya lagi tidak punya kemampuan seperti manusia pada normalnya. Dia dikenal sangat pendiam, walaupun kadang sangat periang jika dekat dengan salah satu sahabatnya. Tidak bisa / tidak mahir bermain olahraga, seperti yang umum: sepak bola, volly, bulu tangkis dll. Ini membuatnya sangat minder jika bermain bersama temannya lalu diajaknya bermain olahraga terutama sepak bola. Pola pikirnya sangat lamban. Ini juga mengganggu hubungan komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Fisiknya kecil, lamban pertumbuhannya, dan lemah. Selalu kalah dalam hampir semua hal jika dibanding dengan temannya.

Setiap malam ketika hendak tidur dia selalu memikirkan hal ini. Dia merasa iri dengan teman-temannya. Dia tidak ingin dihina, terhina, dan dipandang hina. Terkadang dia berusaha sekeras mungkin merubah dirinya. Tetapi semua hal yang dicobanya itu akhirnya gagal juga. Dan pada akhirnya dia merasa kecewa pada dirinya sendiri. Keputusasaan terkadang menjadi bayangannya.

Dan rasa cemburu pada dunia yang ada pada dirinya membuatnya terpuruk karena apa yang diinginkannya tidak kunjung tercapai.

Jadi apa inti dari kisah di atas? Tentu Anda sendiri tahu.

Perhatikan salah satu bait dari lagu Bang Iwan tadi. "Ingin bersyukur tapi tak semudah tutur. Canggung jalani hidup yang terasa hanya kewajiban saja."
Itulah kalimat yang paling saya dalami. Berusaha bersyukur dan menerima tetapi tak semudah kita berkata.

Jangan Jadi Pecundang

Hentak hingga lantak!!
bantai hingga bengkalai!!
hunus hingga mampus!!
kikis hingga habis!!
ketakutan, kebisingan pada dunia, dan kecemburuan.

Sedikit arogan, bung!
Sampai kapan memang, meringkuk?
Lagi-lagi membenci
Sebentar-sebentar gemetar
Sedikit-sedikit menjerit
Terus-menerus tak hangus
Banyak-banyak mengelak
Sudah-sudah.. Kau juga tak mengindah..

Satu hal untuk dibincang
#jangan jadi pecundang